Contents
A1. Proses Terbentuknya Awan Petir
Awan petir (Cumulonimbus) terbentuk melalui dua tahap pembentukan awan. Tahap tersebut terdiri dari awan gumpal (Cumulus) dan awan petir (Cumulonimbus).
1. Awan Gumpal (Cumulus)

Awan gumpal (Cumulus) terbentuk dari udara lembab yang naik dan mengembun di langit. Saat udara hangat naik ke atas dan bertemu dengan udara dingin, maka akan menghasilkan tetesan air yang sangat dingin, kristal es kecil, dan salju (graupel). Awan gumpal dapat berkembang melalui proses kondensasi/pengembunan.
2. Awan Petir (Cumulonimbus)
Pembentukan awan petir memerlukan 3 komponen utama yaitu:
- Kelembaban Kelembaban di udara biasanya berasal dari lautan dan daerah hangat sekitarnya yang menguapkan banyak uap air ke udara. Kelembaban di udara juga bertanggung jawab untuk membuat awan.
- Udara yang tidak stabil Ketidakstabilan ini terjadi ketika udara yang hangat dan lembab berada dekat dengan permukaan bumi, sedangkan udara yang dingin dan kering berada di atas langit.
- Daya angkat ke atas Pergerakan ini terjadi karena adanya perbedaan massa jenis (densitas atau kerapatan) udara. Udara yang hangat memiliki massa yang lebih ringan sehingga bergerak ke atas. Hal ini menghasilkan daya angkat.
Seiring dengan naiknya udara ke atas, awan petir akan bertambah tinggi. Awan petir dapat mencapai tinggi hingga 16 kilometer. Di dalam awan petir yang sudah bertumbuh besar, terjadilah pergerakan angin ke bawah (Downdrafts) dan ke atas (Updrafts) dalam waktu yang bersamaan seperti yang dapat dilihat pada Gambar 4.



